RIAKNYA OMBAK DI TEPI PANTAI

Beriak .. dan beriaklah ombak ombak yang menepi
Menemani sisi sepi sosok manusia yang merindukan sentuhan
Menemui sapa sapa girang sosok manusia yang bermain
Memandikan gemuruh tawa yang riuh hingga ke tepian

Beriak .. dan beriaklah ombak ombak yang membawa cerita
Temukan kehangatan yang terbawa dari tengah lautan
Nyanyikan deburan deburan yang enggan berhenti berkumandang
Hingga langkah langkah kaki pun sudi menjemput diantaranya

Dan kudalami arti kedamaian disana
Yang tak memilih siapa pun
Yang tak perduli siapa pun

Dan kulihat arti kebersamaan disana
Yang menarik sisi sisi diam diantara sudut pesisir
Yang menyimpul sebersit kenangan diantara waktu waktu yang sesaat
Yang menuliskan halaman kisah kisah tawa dan gembira diantara jiwa yang terlepas tanpa beban

Dan kutatap gemercik air air yang terlempar
Seakan membagi suasana yang kian terik
Seakan menegur sepi dan sendiri yang tengah bersemedi

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/03/puisi-riaknya-ombak-ditepi-pantai/

KEHANCURAN

 

Bagai malam yang gelap tak berbintang
Tak mampu melihat dengan mata
Kerasnya di rasa hentakkan dalam keterpurukan
Jauh terpental dalam lorong tak diguna karna hampa

Terbelenggu kuatnya rasa yang ada
Hempaskan jiwa ke samudra sesal
Habis terkuras seluruh tenaga
Berangan menggapai tepi-tepi keindahan
Seakan tak mungkin tercapai suatu asa
Hingga penutup terbuka lalu mendekat

Sedikitpun tidak banyak abaikanMu
Sekejappun tidak lama lupakanMu

Adalah kehancuran dan kebodohanku
Adalah kehinaan dan kebinasaanku

Karna itu…..
Jangan tinggalkan daku
Jangan biarkan daku meninggalkanMu
Jangan ada kosong daku melainkan selalu berisi diriMu
Tenang, damai, bahagia, tentram bersamaMu
Kekalkan denganMu wahai Dzat yang abadi…….

http://fitrislami-puisi.blogspot.com/2007/12/kehancuran.html

SENGKETA

Sengketa manusia kegelapan

Merubah damainya kehidupan

Manusia terbakar kematian

Dunia terancam kehancuran

Mereka tak mengenal lagi

Sesama umat manusia

Mereka tak mengenal lagi

Siapa sang pencipta semesta

Seperti gelombang dilautan

Bergerak mengempas batu karang

Seakan tak lagi memperdulikan

Segala yang ada di sekitarnya

Para penguasa di kegelapan

Jadikan dunia ajang pertempuran

Kekacauan pun dimana-mana

Pertumpahan darah tak terhindarkan

Manusia saling menghancurkan

Untuk mempertahankan kehormatan

Singgasana yang telah digenggam

Beserta mahkota kejayaannya

Hamparan kepedihan..

Bayangi masa depan

Bumi ini seperti..

Istana tak bertuan

Mungkinkah dunia kembali dengan kedamaian?

Mungkinkah dunia kembali dengan keindahan?

Haruskah semua terkubur dalam kedukaan?

Menjadi bangkai kehidupan dalam kehancuran?

Mereka tak mengenal lagi

Sesama umat manusia

Mereka tak mengenal lagi

Siapa sang pencipta semesta

 

http://www.coretankelam.com/2011/06/sengketa.html